Aisyah
Aisyah, gadis kecil berumur 7 tahun sudah harus merasakan getir
pahitnya kehidupan. Tinggal hanya berdua dengan ibunya, Maemunah (23 tahun)
yang juga adalah anak yatim tidak bisa bekerja apa-apa karena penyakit lumpuh
yang dialaminya sejak usai melahirkan Aisyah. Maemunah melahirkan Aisyah saat
masih duduk di bangku kelas XII Sekolah Menengah Atas, Maemunah diperkosa oleh
teman lelakinya dan tanpa rasa berdosa sedikitpun, teman lelakinya tidak
bertanggung jawab hingga akhirnya Maemunah melahirkan Aisyah. Derita Maemunah
bertambah setelah selang beberapa hari ibunya meninggal karena penyakit jantung
yang dideritanya.
Aisyah
sehari-hari harus membantu pekerjaan rumah tangga ibunya. Memasak, menyapu dan
mencuci dia lakukan sendiri. Bahkan
mencuci pakaian tetangga kadang Aisyah lakukan demi menyambung kehidupannya
bersama sang ibu.
Meskipun sudah
harus melakukan pekerjaan yang bukan ukuran untuk seorang anak 7 tahun, Aisyah
melakukannya dengan senang hati. Tak jarang tetangga yang meminta tolong Aisyah
untuk mencucikan pakaiannya memberi upah lebih sebagai bentuk kepedulian mereka
terhadap kehidupan Aisyah dan ibunya.
Pendidikan Aisyah
juga masih berjalan dengan baik. Kecerdasan dan sopan santunnya membuat dia
banyak menerima santunan dari guru-guru di sekolahnya. Aisyah di biayai oleh
guru-guru yang iba melihatnya dengan mengumpulkan sumbangan dari guru-guru yang
peduli dengan pendidikan anak kurang mampu seperti Aisyah.
Setiap harinya
Aisyah berangkat sekolah dengan mengendarai sepeda mungil pemberian salah
gurunya di sekolah. Setiap hari Aisyah mengayuh sepedanya menyusuri jalan
sempit dipinggiran sungai untuk menuju ke sekolahnya. Dengan senang hati Aisyah
berangkat menuntut ilmu meskipun dengan keadaan yang seadanya.
Sampai disaat
yang tidak dinyana, ibu tercinta Aisyah meninggal dunia karena tak than
menderita penyakit lumpuh yang diderita sejak usai melahirkan Aisyah, juga
karena keadaan hidup yang sangat memprihatinkan.

0 komentar:
Posting Komentar