Selasa, 01 Mei 2012

My Aisyah


Aisyah
Aisyah, gadis kecil berumur 7 tahun sudah harus merasakan getir pahitnya kehidupan. Tinggal hanya berdua dengan ibunya, Maemunah (23 tahun) yang juga adalah anak yatim tidak bisa bekerja apa-apa karena penyakit lumpuh yang dialaminya sejak usai melahirkan Aisyah. Maemunah melahirkan Aisyah saat masih duduk di bangku kelas XII Sekolah Menengah Atas, Maemunah diperkosa oleh teman lelakinya dan tanpa rasa berdosa sedikitpun, teman lelakinya tidak bertanggung jawab hingga akhirnya Maemunah melahirkan Aisyah. Derita Maemunah bertambah setelah selang beberapa hari ibunya meninggal karena penyakit jantung yang dideritanya.
Aisyah sehari-hari harus membantu pekerjaan rumah tangga ibunya. Memasak, menyapu dan mencuci dia lakukan sendiri.  Bahkan mencuci pakaian tetangga kadang Aisyah lakukan demi menyambung kehidupannya bersama sang ibu.
Meskipun sudah harus melakukan pekerjaan yang bukan ukuran untuk seorang anak 7 tahun, Aisyah melakukannya dengan senang hati. Tak jarang tetangga yang meminta tolong Aisyah untuk mencucikan pakaiannya memberi upah lebih sebagai bentuk kepedulian mereka terhadap kehidupan Aisyah dan ibunya.
Pendidikan Aisyah juga masih berjalan dengan baik. Kecerdasan dan sopan santunnya membuat dia banyak menerima santunan dari guru-guru di sekolahnya. Aisyah di biayai oleh guru-guru yang iba melihatnya dengan mengumpulkan sumbangan dari guru-guru yang peduli dengan pendidikan anak kurang mampu seperti Aisyah.
Setiap harinya Aisyah berangkat sekolah dengan mengendarai sepeda mungil pemberian salah gurunya di sekolah. Setiap hari Aisyah mengayuh sepedanya menyusuri jalan sempit dipinggiran sungai untuk menuju ke sekolahnya. Dengan senang hati Aisyah berangkat menuntut ilmu meskipun dengan keadaan yang seadanya.
Sampai disaat yang tidak dinyana, ibu tercinta Aisyah meninggal dunia karena tak than menderita penyakit lumpuh yang diderita sejak usai melahirkan Aisyah, juga karena keadaan hidup yang sangat memprihatinkan.

0 komentar:

Posting Komentar