dalam hening rindu, sering aku bertanya . .
tentang rinduku yang dahulu . .
padamu, begitu . . .
tentang rinduku yang dahulu . .
padamu, begitu . . .
ingatkah dulu katamu,
“jangan sampai kau membenciku seperti kau membenci musuh besarmu.. “
ingatkah ?
ingatkah dulu kau begitu ?
“jangan sampai kau membenciku seperti kau membenci musuh besarmu.. “
ingatkah ?
ingatkah dulu kau begitu ?
lalu ingatkah kau pada kataku,
“berfikirlah seakan-akan kau menjadi orang yang kau bicarakan, maka kau akan tahu..”
ingatkah ?
ingatkah kau, dulu aku begitu ?
“berfikirlah seakan-akan kau menjadi orang yang kau bicarakan, maka kau akan tahu..”
ingatkah ?
ingatkah kau, dulu aku begitu ?
sudahkah berfikir ?
jika semua kembali pada masa lalu,
maka kita tidak akan pernah menjadi dewasa
jika semua kembali pada masa lalu,
maka kita tidak akan pernah menjadi dewasa
sudahkah berfikir ?
kalau semua berada pada kebenaran yang sama
maka kita tidak akan pernah menjadi manusia
kalau semua berada pada kebenaran yang sama
maka kita tidak akan pernah menjadi manusia
sudahkah berfikir ?
adalah mereka (setan) yang sedang menari dalam aliran darah kita
adalah mereka (setan) yang sedang menari dalam aliran darah kita
maka kemudian kitalah yang harus melawan
lalu,
“mencari cerita lain ? agar orang lain menyangka lain ?
ayolah, berhenti mencari-cari pembenaran !”
“mencari cerita lain ? agar orang lain menyangka lain ?
ayolah, berhenti mencari-cari pembenaran !”
jadi,
sudahkah kita berdua berfikir ?
