Minggu, 17 Februari 2013

Improvisasi Untuk Cinta yang Sunyi


ini puisi Agus Noor yang OKE Poenya .  :)
dibacain sama musisi Erdian Aji Prihartanto alias Anji (ex Drive) dengan iringan gitar bernada tipis mengiris, 
syahdu . .
kalian musti baca . . :))

Improvisasi Untuk Cinta yang Sunyi


Sajak ini hanyalah caraku mengingatmu, sebuah cinta yang tak lazim
sebab diingatan ku engkau daun yang tak pernah digugurkan musim 
kau telah menjadi cahaya yang lembut, cahaya yang rela menenggelamkan diri kejantung duri

Pertama, akan kuingat mata mu yang selalu merekam kenangan, hujan, dan keruntuhan
juga semua kesedihan yang tak sebentar
tapi aku percaya ketika sebuah kesedihan mekar dalam hati mu, kau akan tau seindah apa aku mencintaimu
tentu saja tak akan ku lupakan bibir mu, surga pertapaan ku dimana selalu ku basuh lidahku dengan gairahmu

kita adalah pezinah yang suka mengelabui sunyi kata mu, sebelum mengulang cerita tentang jantung hitam pezinah yang dirajam diabad-abad hitam, yang tak pernah ingin kita ziarahi
Kenapa Tuhan? menjauh....
mesti ada surga bila yang nikmat adalah dosa,
kau bertanya ”untuk apa kau samarkan kebohongan mu kedalam ciuman? Jika cinta kita tak lebih baik dari dusta” tapi kita memang hidup dinegara yang dibangun  dengan dusta bukan?

Kita tak lebih sepasang angsa hitam pengap harap menanggung kesaksian dan keasingan masing-masing, dikota kota yang dikuasai pendosa berjubah

Maka kekasih ku....
ketabahan ialah kamu yang rela mencintai ku dalam gelap
itulah sebabnya aku selalu suka membayangkan kita hidup dikota yang dibangun dengan ribuan ciuman dan sepasang jarum jam, ialah tangan kita yang saling berpelukan
“Lalu cinta?” tanya mu....
Cinta.... cinta seperti juga Tuhan, kadang hanya dibutuhkan saat kita merasa kesepian
Punggung mu... iya punggung mu, bagaimana mungkin ku lupakan punggung mu yang ku bayangkan bersayap paling cantik
ketika gaun mu kau lepaskan dan kita saling telanjang, hanya untuk berbagi kesedihan
sebab seperti kelekap pada batu, kudekap tubuhmu tapi tak kunjung mampu ku sentuh kedalaman jiwa mu, kita bercinta seakan ingin melupakan hujat dunia
sementara ku masuki tubuhmu, sunyi juga yang kutemui.

Kini...
biarkan ku kenang pipi mu yang menghamparkan langit bagi segala kerisauan ku
sedang kulitmu yang halus telah melekat hangat dikulitku
kemanapun pergi aku seperti selalu mengenakan tubuh mu, dibawah tubuh mu aku berlindung dari nikmat yang terkutuk
kedalam ciuman mu aku pasrah dan takluk
Sentuhlah bagian tubuh ku yang menurut mu paling lembut disitu akan kau rasakan kerinduan ku lebih tabah dari maut

bila kita dianggap lebih laknat dari pezinah, aku tidak lagi takut
maka aku berterima kasih pada ketabahan mu mencintaimu, menghadapi yang aku mungkin tak mampu sendirian menanggungnya
Aku mencintai mu... ya, tentu saja mencintai mu
meski tak pernah yakin untuk  apa semua ciuman kita yang gelap dan penuh dosa
“Jangan takut jatuh cinta pada ku” katamu...
jatuh cinta... pelajaran terbaik untuk tabah, sebelum dan sudah sakit
tapi bila kau memilih pergi... pergi lah, pada akhirnya kau akan kembali pada hati yang mencintai mu
lalu kau mencium ku... tapi apa yang hendak kau kekalkan dengan ciuman
Dalam cinta kehilangan hanyalah soal mengingat dan melupakan
adakah yang belum ku mengerti dari kisah ganjil cinta kita ini
sebagai manusia kita bukan yang lain, kita sama dalam segala
kecuali cinta...

Tapi apa yang kita harapkan dari kisah ganjil ini
tidak kah kau mengerti pada suatu hari segala kepedihan kita tak akan lagi tertampung pada puisi ini
ketika kau sayat nadi menetes perih
pergi lah.... pergi lah.....
bila nanti kau pergi tinggal lah abadi ditubuh ku ini. ^_^

0 komentar:

Posting Komentar