ini puisi Agus Noor yang OKE Poenya . :)
dibacain sama musisi Erdian Aji Prihartanto alias
Anji (ex Drive) dengan iringan gitar bernada tipis mengiris,
syahdu . .
kalian musti baca . . :))
Improvisasi Untuk Cinta yang Sunyi
Sajak ini hanyalah caraku
mengingatmu, sebuah cinta yang tak lazim
sebab diingatan ku engkau
daun yang tak pernah digugurkan musim
kau telah menjadi cahaya
yang lembut, cahaya yang rela menenggelamkan diri kejantung duri
Pertama, akan kuingat mata
mu yang selalu merekam kenangan, hujan, dan keruntuhan
juga semua kesedihan yang
tak sebentar
tapi aku percaya ketika
sebuah kesedihan mekar dalam hati mu, kau akan tau seindah apa aku mencintaimu
tentu saja tak akan ku
lupakan bibir mu, surga pertapaan ku dimana selalu ku basuh lidahku dengan
gairahmu
kita adalah pezinah yang
suka mengelabui sunyi kata mu, sebelum mengulang cerita tentang jantung hitam
pezinah yang dirajam diabad-abad hitam, yang tak pernah ingin kita ziarahi
Kenapa Tuhan? menjauh....
mesti ada surga bila yang
nikmat adalah dosa,
kau bertanya ”untuk apa kau
samarkan kebohongan mu kedalam ciuman? Jika cinta kita tak lebih baik dari
dusta” tapi kita memang hidup dinegara yang dibangun dengan dusta bukan?
Kita tak lebih sepasang
angsa hitam pengap harap menanggung kesaksian dan keasingan masing-masing,
dikota kota yang dikuasai pendosa berjubah
Maka kekasih ku....
ketabahan ialah kamu yang
rela mencintai ku dalam gelap
itulah sebabnya aku selalu
suka membayangkan kita hidup dikota yang dibangun dengan ribuan ciuman dan
sepasang jarum jam, ialah tangan kita yang saling berpelukan
“Lalu cinta?” tanya mu....
Cinta.... cinta seperti juga
Tuhan, kadang hanya dibutuhkan saat kita merasa kesepian
Punggung mu... iya punggung
mu, bagaimana mungkin ku lupakan punggung mu yang ku bayangkan bersayap paling
cantik
ketika gaun mu kau lepaskan
dan kita saling telanjang, hanya untuk berbagi kesedihan
sebab seperti kelekap pada
batu, kudekap tubuhmu tapi tak kunjung mampu ku sentuh kedalaman jiwa mu, kita
bercinta seakan ingin melupakan hujat dunia
sementara ku masuki tubuhmu,
sunyi juga yang kutemui.
Kini...
biarkan ku kenang pipi mu
yang menghamparkan langit bagi segala kerisauan ku
sedang kulitmu yang halus
telah melekat hangat dikulitku
kemanapun pergi aku seperti
selalu mengenakan tubuh mu, dibawah tubuh mu aku berlindung dari nikmat yang
terkutuk
kedalam ciuman mu aku pasrah
dan takluk
Sentuhlah bagian tubuh ku
yang menurut mu paling lembut disitu akan kau rasakan kerinduan ku lebih tabah
dari maut
bila kita dianggap lebih
laknat dari pezinah, aku tidak lagi takut
maka aku berterima kasih
pada ketabahan mu mencintaimu, menghadapi yang aku mungkin tak mampu sendirian
menanggungnya
Aku mencintai mu... ya,
tentu saja mencintai mu
meski tak pernah yakin untuk
apa semua ciuman kita yang gelap dan penuh dosa
“Jangan takut jatuh cinta
pada ku” katamu...
jatuh cinta... pelajaran
terbaik untuk tabah, sebelum dan sudah sakit
tapi bila kau memilih
pergi... pergi lah, pada akhirnya kau akan kembali pada hati yang mencintai mu
lalu kau mencium ku... tapi
apa yang hendak kau kekalkan dengan ciuman
Dalam cinta kehilangan
hanyalah soal mengingat dan melupakan
adakah yang belum ku
mengerti dari kisah ganjil cinta kita ini
sebagai manusia kita bukan
yang lain, kita sama dalam segala
kecuali cinta...
Tapi apa yang kita harapkan
dari kisah ganjil ini
tidak kah kau mengerti pada
suatu hari segala kepedihan kita tak akan lagi tertampung pada puisi ini
ketika kau sayat nadi
menetes perih
pergi lah.... pergi lah.....
bila nanti kau pergi tinggal
lah abadi ditubuh ku ini. ^_^

0 komentar:
Posting Komentar