Sabtu, 30 Juni 2012

Belajar Bikin Skenario . . ^_^


SEPEDA MUNGIL AISYAH
(By : Lilly)


PENOKOHAN
1. Nama Lengkap       : Siti Aisyah
Nama panggilan     : Aisyah
TTL                : Solo, 09-11-2005
Karakteristik      : Berkerudung, ceria, cerdas, lincah.
2. Nama Lengkap       : Siti Maemunah
Nama panggilan     : Mae / Mumun
TTL                : Solo, 28-07-1990
Karakteristik      : rambut lurus, pendek, lemah lembut, penyayang.
3. Nama Lengkap       : Pak Ali (Guru Aisyah)
Nama panggilan     : Pak Ali
TTL                : Surabaya, 22-09-1983
Karakteristik      : Rambut cepak, hitam, penyabar, berpeci.
4. Nama Lengkap       : Maryam
Nama panggilan     : Maryam
TTL                : Solo, 19-07-1986
Karakteristik      : rambut ikal, pendek, suka menolong.

FADE IN
Scene 01. Interior - Kamar Aisyah – Pagi – terburu-buru
Sambil merapikan kerudungnya, Aisyah berlari menuju ibunya yang sedang merebahkan tubuhnya yang lemah.
CUT TO
Scene 02. Interior - Kamar ibu Aisyah – pagi – sunyi
Aisyah meraih tangan ibunya lalu lari
Aisyah
Aisyah berangkat dulu ya bu
Assalamu’alaikum
CUT TO

Scene 03. Eksterior - Di jalan menuju sekolah Aisyah – Cerah – Terburu-buru
Aisyah mengayuh sepeda mungil pemberian gurunya dengan tergesa-gesa sadar karena dia sudah telat masuk sekolah.
Aisyah seperti tidak takut terjatuh bersepeda di jalanan sempit sepanjang pinggiran sungai menuju sekolahnya.
CUT TO

Scene 04. Eksterior – Tempat parkir sekolah Aisyah
Aisyah membanting sepedanya dan segera berlari menuju kelas.
Aisyah
Ah telat lagi deh
CUT TO

Scene 05. Interior – kelas Aisyah – Siang – Selesai pelajaran – Ramai
Pak Ali
Ais coba kesini sebentar
Bapak mau ngomong sesuatu
Aisyah berlari kecil menghampiri Pak Ali
Aisyah
   Iya Pak Ali
Ada apa
Pak Ali
 Gimana kabar ibu kamu nak
Aisyah
Alhamdulillah pak
Masih belum bisa bangun belum bisa makan sendiri
Tiap hari Aisyah yang suapin
   Kenapa pak
Pak Ali tersenyum mendengar jawaban polos Aisyah. Kemudian mengelus kepala Aisyah.
Aisyah ikut tersenyum meski tidak paham maksud Pak Ali.
Pak Ali
Ya sudah
pulang sana dan hati-hati naik sepedanya
CUT TO



Scene 06. Interior – Kamar Ibu Aisyah – Siang – Hening
Maemunah berusaha meraih gelas yang ada di meja dekat ranjang dimana dia terbaring lemas, karena tidak sampai maka gelasnya jatuh.
Maryam, tetangga yang mendengar suara gelas jatuh langsung mendatangi Maemunah.
Maryam
   Masya Allah
   Mae kamu ga apa-apa kan
Kamu butuh apa bilang sama saya
Nanti saya ambilkan
CUT TO

Scene 07. Eksterior – Jalanan menuju Rumah – Siang – Terik
Dengan tergesa-gesa Aisyah mengayuh sepeda mungilnya agar cepat sampe rumah karena tak sabar ingin melihat ibunya.
CUT TO

Scene 08. Interior – Rumah Aisyah – Siang
Aisyah baru saja pulang dari sekolah, meletakkan sepeda dan berlari ke dalam rumah.
Aisyah
 Ibu
 Ibu ga apa-apa
Tante Maryam ibu saya ga apa-apa kan


Maryam
Ibu ga apa-apa Ais
Cuma jatuhin gelas pas tadi mau minum
Tapi sudah tante ambilkan kok
Aisyah
 Makasih ya tante
Aisyah menghampiri ibunya dan memeluknya
CUT TO

Scene 09. Interior – Rumah Aisyah – Malam – Sunyi
Maemunah merintih berusaha mengucapkan kata-kata untuk memanggil anaknya yang sedang belajar di kamarnya.
Karena tak kuat menahan rasa sakit di sekujur tubuh lemasnya, Maemunah terjatuh dari atas ranjang dan kepalanya membentur lantai dengan amat keras hingga berdarah.
CUT TO

Scene 10. Interior – Rumah Aisyah – Malam – Mulai gaduh
Aisyah berlari dari kamarnya menuju kamar ibunya setelah mendengar suara rintihan dan diikuti suara orang terjatuh.
Aisyah
     Ibuuuuu
Ibu kenapa
Ibu bangun bu
Ibuuuuu
CUT TO

Scene 11. Interior – Rumah Aisyah – Malam – Ramai
Seketika rumah Aisyah ramai dikunjungi tetangga yang mendengar suara teriakan Aisyah.
Suasana menjadi haru karena Aisyah tak henti-hentinya menangis sambil memeluk ibunya yang sudah menjadi mayat.
Kini Aisyah menjadi seorang yatim piatu yang harus terus bertahan demi hidup dan cita-cita ditemani sepeda mungilnya, tante Maemunah dan Pak Guru Ali.
FADE OUT
SEKIAN








0 komentar:

Posting Komentar