SEPEDA
MUNGIL AISYAH
(By : Lilly)
PENOKOHAN
1. Nama
Lengkap : Siti Aisyah
Nama panggilan : Aisyah
TTL : Solo,
09-11-2005
Karakteristik :
Berkerudung, ceria, cerdas, lincah.
2. Nama
Lengkap : Siti Maemunah
Nama panggilan : Mae /
Mumun
TTL : Solo,
28-07-1990
Karakteristik : rambut
lurus, pendek, lemah lembut, penyayang.
3. Nama
Lengkap : Pak Ali (Guru Aisyah)
Nama panggilan : Pak Ali
TTL :
Surabaya, 22-09-1983
Karakteristik : Rambut
cepak, hitam, penyabar, berpeci.
4. Nama
Lengkap : Maryam
Nama panggilan : Maryam
TTL : Solo,
19-07-1986
Karakteristik : rambut
ikal, pendek, suka menolong.
FADE IN
Scene 01. Interior
- Kamar Aisyah – Pagi – terburu-buru
Sambil
merapikan kerudungnya, Aisyah berlari menuju ibunya yang sedang merebahkan
tubuhnya yang lemah.
CUT
TO
Scene 02.
Interior - Kamar ibu Aisyah – pagi – sunyi
Aisyah
meraih tangan ibunya lalu lari
Aisyah
Aisyah berangkat dulu ya bu
Assalamu’alaikum
CUT
TO
Scene 03.
Eksterior - Di jalan menuju sekolah Aisyah – Cerah – Terburu-buru
Aisyah
mengayuh sepeda mungil pemberian gurunya dengan tergesa-gesa sadar karena dia
sudah telat masuk sekolah.
Aisyah
seperti tidak takut terjatuh bersepeda di jalanan sempit sepanjang pinggiran
sungai menuju sekolahnya.
CUT
TO
Scene 04.
Eksterior – Tempat parkir sekolah Aisyah
Aisyah
membanting sepedanya dan segera berlari menuju kelas.
Aisyah
Ah telat lagi deh
CUT
TO
Scene 05.
Interior – kelas Aisyah – Siang – Selesai pelajaran – Ramai
Pak Ali
Ais
coba kesini sebentar
Bapak mau ngomong sesuatu
Aisyah berlari
kecil menghampiri Pak Ali
Aisyah
Iya Pak Ali
Ada apa
Pak Ali
Gimana kabar ibu kamu nak
Aisyah
Alhamdulillah pak
Masih
belum bisa bangun belum bisa makan sendiri
Tiap hari Aisyah yang suapin
Kenapa pak
Pak Ali
tersenyum mendengar jawaban polos Aisyah. Kemudian mengelus kepala Aisyah.
Aisyah ikut
tersenyum meski tidak paham maksud Pak Ali.
Pak Ali
Ya sudah
pulang sana dan hati-hati naik sepedanya
CUT
TO
Scene 06.
Interior – Kamar Ibu Aisyah – Siang – Hening
Maemunah
berusaha meraih gelas yang ada di meja dekat ranjang dimana dia terbaring
lemas, karena tidak sampai maka gelasnya jatuh.
Maryam,
tetangga yang mendengar suara gelas jatuh langsung mendatangi Maemunah.
Maryam
Masya Allah
Mae kamu ga apa-apa kan
Kamu butuh apa bilang sama saya
Nanti saya ambilkan
CUT
TO
Scene 07. Eksterior
– Jalanan menuju Rumah – Siang – Terik
Dengan
tergesa-gesa Aisyah mengayuh sepeda mungilnya agar cepat sampe rumah karena tak
sabar ingin melihat ibunya.
CUT
TO
Scene 08.
Interior – Rumah Aisyah – Siang
Aisyah
baru saja pulang dari sekolah, meletakkan sepeda dan berlari ke dalam rumah.
Aisyah
Ibu
Ibu ga apa-apa
Tante Maryam ibu saya ga apa-apa kan
Maryam
Ibu ga apa-apa Ais
Cuma jatuhin gelas pas tadi mau minum
Tapi sudah tante ambilkan kok
Aisyah
Makasih ya tante
Aisyah
menghampiri ibunya dan memeluknya
CUT
TO
Scene 09.
Interior – Rumah Aisyah – Malam – Sunyi
Maemunah
merintih berusaha mengucapkan kata-kata untuk memanggil anaknya yang sedang
belajar di kamarnya.
Karena
tak kuat menahan rasa sakit di sekujur tubuh lemasnya, Maemunah terjatuh dari
atas ranjang dan kepalanya membentur lantai dengan amat keras hingga berdarah.
CUT
TO
Scene 10. Interior
– Rumah Aisyah – Malam – Mulai gaduh
Aisyah
berlari dari kamarnya menuju kamar ibunya setelah mendengar suara rintihan dan
diikuti suara orang terjatuh.
Aisyah
Ibuuuuu
Ibu kenapa
Ibu bangun bu
Ibuuuuu
CUT
TO
Scene 11. Interior
– Rumah Aisyah – Malam – Ramai
Seketika
rumah Aisyah ramai dikunjungi tetangga yang mendengar suara teriakan Aisyah.
Suasana
menjadi haru karena Aisyah tak henti-hentinya menangis sambil memeluk ibunya
yang sudah menjadi mayat.
Kini
Aisyah menjadi seorang yatim piatu yang harus terus bertahan demi hidup dan
cita-cita ditemani sepeda mungilnya, tante Maemunah dan Pak Guru Ali.
FADE OUT
SEKIAN

0 komentar:
Posting Komentar