Rabu, 31 Oktober 2012

DRAMATURGI DAN SINEMATOGRAFI


konsep sinematografi (film) ditinjau dari dari sudut pandang religiusitas,yang bisa diterima berbagai lapisan masyarakat !
Sinematografi sebenarnya menerjemahkan sebuah konsep cerita ke dalam sebuah visualisasi yang sebenarnya. Di sini pun ia tidak bekerja sendiri. Dalam arti, jika kita membuat film itu bisa disebut pekerjaan sebuah tim pembuatan film; mulai dari penulis, produser, sutradara, sinematografer, suara, editing, dan artistik. Semua itu mendukung konsep dari cerita dan sutradara. Jadi, ada urutan-urutan tertentu sehingga kita bisa tahu bahwa sebuah film itu dikatakan bagus berkaitan dengan masuknya kaidah-kaidah tadi.
Memasuki dunia perfilman berarti memasuki dunia pemahaman estetik melalui paduan seni acting, fotografi, teknologi optic, komunikasi visual, industri perfilman ide, cita-cita dan imajinasi yamg sangat kompleks. Pemahaman estetik dalam seni (secara luas), bentuk pelaksanaannya merupakan apresiasi. Apresiasi seni merupakan proses sadar yang dilakukan penghayatan dalam menghadapi karya seni (termasuk film).
persamaan dan perbedaan konsep film yang menggunakan dimensi religiusitas dengan konsep medium dakwah Islam (religi)!
Religiusitas adalah tingkah laku manusia yang sepenuhnya dibentuk oleh kepercayaan kepada kegaiban atau alam gaib, yaitu kenyataan-kenyataan supra empiris. Manusia melakukan tindakan empiris sebagaimana layaknya, tetapi manusia yang memiliki religiusitas meletakan harga dan makna tindakan empirisnya di bawah supra empiris. Religiusitas merupakan aspek yang telah dihayati oleh individu di dalam hati, getaran hati nurani pribadi dan sikap personal.
Dalam konteks ini film harus di baca sebagai struktur yang di hasilkan hubungan antar simbol tersebut. Ini mengandung beberapa konsekuensi, pertama, simbol pasti akan di beri makna seseorang sesuai dengan kepentingan orang yang menggunakannya.
 Kedua, bila simbol ini di tata dengan rapi oleh seorang sutradara Film, maka belum tentu makna yang ada dalam ‘benaknya’akan di ikuti pemirsanya. Ketiga, bagaimana kaitan simbol dengan kepentingan yang disampaikan melalui pesan-pesan terselubung yang disampaikannya.
1)      Apa yang and fahami tentang dekonstruksi sinematografi (film) ?
Metode dekonstruksi adalah suatu bentuk pembongkaran terhadap makna yang selama ini dianggap stabil dan cenderung status quo.
Film sebagai sebuah tanda bisa menjadi alternatif perlawanan dan sekaligus sarana memunculkan eksistensi bagi mereka yang selama ini terpinggirkan. Bahkan sangat menarik jika rekonstruksi sejarah bangsa ini menggunakan pendekatan dekonstruksi, dimana sejarah tidak dilihat dari struktur kekuasaan atau kebudayaan mapan yang bercerita, melainkan disusun dari pahatan-pahatan cerita kaum marginal.
Sebuah film tidak hanya bisa dinilai dari jalan cerita saja, akan tetapi juga melibatkan elemen-elemen lain yang berperan dalam membentuk pemahaman sekaligus penyampaian pesan terhadap khalayak penikmat film itu sendiri. Proses editing, sinemategrafi, pencahayaan adalah salah satu bagian terpenting dalam keseluruhan film ketika ditampilkan.
Konsep dekonstruksi memang membongkar kestabilan sebuah makna. Menunda bahkan tidak memperdulikan lagi relasi penanda-petanda. Tanpa adanya konsep makna utuh maka kran subjektifitas makna mengucur menjadi banjir tanda. Celakanya, ketika penanda dan petanda dilepaskan oleh dekonstruksi, yang terjadi adalah kekacauan dimana masyarakat tidak lagi berkomunikasi dengan sebuah konsep tanda yang disepakati bersama. Setiap orang bahkan setiap objek menjadi subjek berdaulat penuh, tanda menjadi otonom yang tak perlu membentuk sebuah konsesus sebagai mekanisme pemahaman bersama.
Bagaimana mengimplementasi, merealisasi, dan mensosialisasi ilmu dramaturgi dalam kehidupan nyata?
Dramaturgi menekankan dimensi ekspresif/impresif aktivitas manusia, yakni bahwa makna kegiatan manusia terdapat dalam cara mereka mengekspresikan diri dalam interaksi dengan orang lain yang juga ekspresif. Oleh karena perilaku manusia bersifat ekspresif inilah maka perilaku manusia bersifat dramatik.
Maka dalam dramaturgis, yang diperhitungkan adalah konsep menyeluruh bagaimana kita menghayati peran sehingga dapat memberikan feedback sesuai yang kita mau.   Perlu diingat, dramatugis mempelajari konteks dari perilaku manusia dalam mencapai tujuannya dan bukan untuk mempelajari hasil dari perilakunya tersebut. Dramaturgi memahami bahwa dalam interaksi antar manusia ada “kesepakatan” perilaku yang disetujui yang dapat mengantarkan kepada tujuan akhir dari maksud interaksi sosial tersebut. Bermain peran merupakan salah satu alat yang dapat mengacu kepada tercapainya kesepakatan tersebut.
Bukti nyata bahwa terjadi permainan peran dalam kehidupan manusia dapat dilihat pada masyarakat kita sendiri. Manusia menciptakan sebuah mekanisme tersendiri, dimana dengan permainan peran tersebut ia bisa tampil sebagai sosok-sosok tertentu. “Dengan konsep dramaturgis dan permainan peran yang dilakukan oleh manusia, terciptalah suasana-suasana dan kondisi interaksi yang kemudian memberikan makna tersendiri. Munculnya pemaknaan ini sangat tergantung pada latar belakang sosial masyarakat itu sendiri. Terbentuklah kemudian masyarakat yang mampu beradaptasi dengan berbagai suasana dan corak kehidupan. Masyarakat yang tinggal dalam komunitas heterogen perkotaan, menciptakan panggung-panggung sendiri yang membuatnya bisa tampil sebagai komunitas yang bisa bertahan hidup dengan keheterogenannya. Begitu juga dengan masyarakat homogen pedesaan, menciptakan panggung-panggung sendiri melalui interaksinya, yang terkadang justru membentuk proteksi sendiri dengan komunitas lainnya.”
gagasan untuk perkembangan film bernuansa dakwah Islam!
Di era sekarang ini, film memang menjadi media paling bisa menghipnotis dan mempengaruhi banyak orang. Setiap pesan yang disampaikan melalui adegan demi adegan, dialog demi dialog dalam sebuah film akan sangat berarti dan melekat pada audiens, karena mereka menganggap bahwa film tersebut adalah gambaran dari kehidupan nyata yang mereka alami.
Dalam dakwah, film yang bertema religi atau sebut saja film dakwah harus juga tidak boleh ketinggalan dengan film-film bergenre lain, karena dengan adanya film religi, maka dakwah Islam makin bisa lebih luas jangkauannya, karena audiens atau mad’u yang sangat heterogen dan memiliki ketertarikan tersendiri dalam menerima pesan ke-Islaman.
Maka, sebagai salah satu media dakwh kontemporer, penggiat film religi haruslah lebih cerdas dalam menghadapi audiens, karena dia mempunyai peran ganda sebagai seniman dan juga sebagai da’i atas film yang dia buat. Film yang bernuansa dakwah harus benar-benar bisa menarik mad’u agar menerima pesan Islam dengan benar, tidak salah tafsir. Karenatak sedikit juga film yang bertemakan dakwah di Indonesia hanyalah sebenarnya film romansa yang dibungkus dengan simbol-simbol agama Islam, bukan sepenuhnya dakwah. Jadi dalam membuat film yang bertemakan dakwah Islam, harus memikirkan sisi feedback yang akan diperoleh jika audiens sudah menonton film tersebut, apakah menciptakan perubahan yang positif yang berarti bahwa dakwah itu efektif atau sebaliknya.
makna dan proses dalam praktik konsentrasi, meditasi, kontemplasi, dan relaksasi!
Konsentrasi adalah usaha untuk memusatkan fikiran.
Kontemplasi adalah renungan dengan kebulatan pikiran atau perhatian penuh. Kontemplasi akan membawa kita pada kesabaran, kearifan dan kebijaksanaan. Kontemplasi mengantarkan pada esensi citra, cita dan cinta
Ketiganya adalah kekuatan dari dalam Yang akan selalu memperbaharui posisi dan lokasinya
·         Citra menghadirkan mitra
·         Cita menciptakan karya dan kata yang tersita
·          Cinta menggerakkan pinta pada Sang Maha Pembolak-balik hati
Karena senantiasa ada wajah Tuhan untuk orang-orang yang dicintai dan disayangi
Meditasi adalah suatu teknik latihan dalam meningkatkan kesadaran, dengan membatasi kesadaran pada satu objek stimulasi yang tidak berubah pada waktu tertentu untuk mengembangkan dunia internal atau dunia batin seseorang sehingga menambah kekayaan makna hidup  baginya.
Dewasa ini meditasi banyak digunakan dalam banyak hal. Ada yang melaksanakan meditasi untuk mendapatkan kedamaian dan kekuatan jiwa. ada yang melakukan pengendalian diri, ada yang untuk mendapatkan kekuasaan atas orang lain, bahkan ada hanya untuk mendapatkan ketenangan, atau rileksasi setelah keseharian kerja.
istilah meditasi dikenal luas baik di Indonesia maupun di manca negara, baik orang awam maupun ilmiah. Bahkan praktek meditasi telah banyak menyebar  luas keseluruh lapisan masyarakat, akan tetapi banyak orang yang belum memahami tentang meditasi itu sendiri. Banyak diantara mereka yang mempersepsikan meditasi dengan ritual agama tertentu saja, bahkan ada pula yang mengkaitkan meditasi dengan praktek-pratek perdukunan dan klenik. untuk itulah dalam hal ini akan diperinci mengenai pengertian dan istilah meditasi tanpa dikaitkan dengan masalah keagamaan atau dunia paranormal.
Relaksasi
Pada waktu relaksasi individu tidak perlu takut kehilangan kontrol karena ia tetap dalam kontrol dasar. Metode ini merupakan suatu tehnik latihan yang digunakan untuk meningkatkan kesadaran yang selanjutnya membawa proses mental lebih terkontrol secara dasar. Selanjutnya tujuan dari latihan ini ada dua yaitu pertama agar seseorang dapat memiliki insight yang paling dalam tentang proses mental didalamnya, insight tentang kesadaran identitas dan realitas dan memperoleh perkembangan kesejahteraan psikologis dan kesadaran yang optimal.

0 komentar:

Posting Komentar