konsep sinematografi (film) ditinjau dari dari sudut
pandang religiusitas,yang bisa diterima berbagai lapisan masyarakat !
Sinematografi
sebenarnya menerjemahkan sebuah konsep cerita ke dalam sebuah visualisasi yang
sebenarnya. Di sini pun ia tidak bekerja sendiri. Dalam arti, jika kita membuat
film itu bisa disebut pekerjaan sebuah tim pembuatan film; mulai dari penulis,
produser, sutradara, sinematografer, suara, editing, dan artistik. Semua itu
mendukung konsep dari cerita dan sutradara. Jadi, ada urutan-urutan tertentu
sehingga kita bisa tahu bahwa sebuah film itu dikatakan bagus berkaitan dengan
masuknya kaidah-kaidah tadi.
Memasuki dunia
perfilman berarti memasuki dunia pemahaman estetik melalui paduan seni acting,
fotografi, teknologi optic, komunikasi visual, industri perfilman ide,
cita-cita dan imajinasi yamg sangat kompleks. Pemahaman estetik dalam seni
(secara luas), bentuk pelaksanaannya merupakan apresiasi. Apresiasi seni
merupakan proses sadar yang dilakukan penghayatan dalam menghadapi karya seni
(termasuk film).
persamaan dan perbedaan konsep film yang menggunakan
dimensi religiusitas dengan konsep medium dakwah Islam (religi)!
Religiusitas adalah tingkah laku manusia yang sepenuhnya
dibentuk oleh kepercayaan kepada kegaiban atau alam gaib, yaitu
kenyataan-kenyataan supra empiris. Manusia melakukan tindakan empiris
sebagaimana layaknya, tetapi manusia yang memiliki religiusitas meletakan harga
dan makna tindakan empirisnya di bawah supra empiris. Religiusitas merupakan aspek yang
telah dihayati oleh individu di dalam hati, getaran hati nurani pribadi dan
sikap personal.
Dalam konteks ini film harus di baca sebagai struktur yang
di hasilkan hubungan antar simbol tersebut. Ini mengandung beberapa
konsekuensi, pertama, simbol pasti akan di beri makna seseorang sesuai
dengan kepentingan orang yang menggunakannya.
Kedua, bila simbol ini di tata dengan rapi oleh seorang sutradara Film, maka
belum tentu makna yang ada dalam ‘benaknya’akan di ikuti pemirsanya. Ketiga,
bagaimana kaitan simbol dengan kepentingan yang disampaikan melalui pesan-pesan
terselubung yang disampaikannya.
1)
Apa yang and
fahami tentang dekonstruksi sinematografi (film) ?
Metode
dekonstruksi adalah suatu bentuk pembongkaran terhadap makna yang selama ini
dianggap stabil dan cenderung status quo.
Film sebagai
sebuah tanda bisa menjadi alternatif perlawanan dan sekaligus sarana
memunculkan eksistensi bagi mereka yang selama ini terpinggirkan. Bahkan sangat
menarik jika rekonstruksi sejarah bangsa ini menggunakan pendekatan
dekonstruksi, dimana sejarah tidak dilihat dari struktur kekuasaan atau
kebudayaan mapan yang bercerita, melainkan disusun dari pahatan-pahatan cerita
kaum marginal.
Sebuah film
tidak hanya bisa dinilai dari jalan cerita saja, akan tetapi juga melibatkan
elemen-elemen lain yang berperan dalam membentuk pemahaman sekaligus
penyampaian pesan terhadap khalayak penikmat film itu sendiri. Proses editing,
sinemategrafi, pencahayaan adalah salah satu bagian terpenting dalam
keseluruhan film ketika ditampilkan.
Konsep
dekonstruksi memang membongkar kestabilan sebuah makna. Menunda bahkan tidak
memperdulikan lagi relasi penanda-petanda. Tanpa adanya konsep makna utuh maka
kran subjektifitas makna mengucur menjadi banjir tanda. Celakanya, ketika
penanda dan petanda dilepaskan oleh dekonstruksi, yang terjadi adalah kekacauan
dimana masyarakat tidak lagi berkomunikasi dengan sebuah konsep tanda yang
disepakati bersama. Setiap orang bahkan setiap objek menjadi subjek berdaulat
penuh, tanda menjadi otonom yang tak perlu membentuk sebuah konsesus sebagai
mekanisme pemahaman bersama.
Bagaimana mengimplementasi, merealisasi, dan
mensosialisasi ilmu dramaturgi dalam kehidupan nyata?
Dramaturgi
menekankan dimensi ekspresif/impresif aktivitas manusia, yakni bahwa makna
kegiatan manusia terdapat dalam cara mereka mengekspresikan diri dalam
interaksi dengan orang lain yang juga ekspresif. Oleh karena perilaku manusia
bersifat ekspresif inilah maka perilaku manusia bersifat dramatik.
Maka dalam
dramaturgis, yang diperhitungkan adalah konsep menyeluruh bagaimana kita
menghayati peran sehingga dapat memberikan feedback sesuai yang kita
mau. Perlu diingat, dramatugis mempelajari konteks dari perilaku
manusia dalam mencapai tujuannya dan bukan untuk mempelajari hasil dari
perilakunya tersebut. Dramaturgi memahami bahwa dalam interaksi antar manusia
ada “kesepakatan” perilaku yang disetujui yang dapat mengantarkan kepada tujuan
akhir dari maksud interaksi sosial tersebut. Bermain peran merupakan salah satu
alat yang dapat mengacu kepada tercapainya kesepakatan tersebut.
Bukti nyata
bahwa terjadi permainan peran dalam kehidupan manusia dapat dilihat pada
masyarakat kita sendiri. Manusia menciptakan sebuah mekanisme tersendiri,
dimana dengan permainan peran tersebut ia bisa tampil sebagai sosok-sosok
tertentu. “Dengan
konsep dramaturgis dan permainan peran yang dilakukan oleh manusia, terciptalah
suasana-suasana dan kondisi interaksi yang kemudian memberikan makna
tersendiri. Munculnya pemaknaan ini sangat tergantung pada latar belakang
sosial masyarakat itu sendiri. Terbentuklah kemudian masyarakat yang mampu
beradaptasi dengan berbagai suasana dan corak kehidupan. Masyarakat yang
tinggal dalam komunitas heterogen perkotaan, menciptakan panggung-panggung
sendiri yang membuatnya bisa tampil sebagai komunitas yang bisa bertahan hidup
dengan keheterogenannya. Begitu juga dengan masyarakat homogen pedesaan,
menciptakan panggung-panggung sendiri melalui interaksinya, yang terkadang
justru membentuk proteksi sendiri dengan komunitas lainnya.”
gagasan untuk perkembangan film bernuansa dakwah
Islam!
Di era sekarang
ini, film memang menjadi media paling bisa menghipnotis dan mempengaruhi banyak
orang. Setiap pesan yang disampaikan melalui adegan demi adegan, dialog demi
dialog dalam sebuah film akan sangat berarti dan melekat pada audiens, karena
mereka menganggap bahwa film tersebut adalah gambaran dari kehidupan nyata yang
mereka alami.
Dalam dakwah,
film yang bertema religi atau sebut saja film dakwah harus juga tidak boleh
ketinggalan dengan film-film bergenre lain, karena dengan adanya film religi,
maka dakwah Islam makin bisa lebih luas jangkauannya, karena audiens atau mad’u
yang sangat heterogen dan memiliki ketertarikan tersendiri dalam menerima pesan
ke-Islaman.
Maka, sebagai
salah satu media dakwh kontemporer, penggiat film religi haruslah lebih cerdas
dalam menghadapi audiens, karena dia mempunyai peran ganda sebagai seniman dan
juga sebagai da’i atas film yang dia buat. Film yang bernuansa dakwah harus
benar-benar bisa menarik mad’u agar menerima pesan Islam dengan benar, tidak
salah tafsir. Karenatak sedikit juga film yang bertemakan dakwah di Indonesia
hanyalah sebenarnya film romansa yang dibungkus dengan simbol-simbol agama
Islam, bukan sepenuhnya dakwah. Jadi dalam membuat film yang bertemakan dakwah
Islam, harus memikirkan sisi feedback yang akan diperoleh jika audiens sudah
menonton film tersebut, apakah menciptakan perubahan yang positif yang berarti
bahwa dakwah itu efektif atau sebaliknya.
makna dan proses dalam praktik konsentrasi, meditasi,
kontemplasi, dan relaksasi!
Konsentrasi
adalah
usaha untuk memusatkan fikiran.
Kontemplasi
adalah
renungan dengan kebulatan pikiran atau perhatian penuh. Kontemplasi akan
membawa kita pada kesabaran, kearifan dan kebijaksanaan. Kontemplasi mengantarkan
pada esensi citra, cita dan cinta
Ketiganya adalah kekuatan dari dalam Yang akan selalu memperbaharui posisi dan lokasinya
Ketiganya adalah kekuatan dari dalam Yang akan selalu memperbaharui posisi dan lokasinya
·
Citra menghadirkan mitra
·
Cita menciptakan karya dan kata yang
tersita
·
Cinta
menggerakkan pinta pada Sang Maha Pembolak-balik hati
Karena senantiasa ada wajah Tuhan untuk orang-orang yang dicintai dan disayangi
Karena senantiasa ada wajah Tuhan untuk orang-orang yang dicintai dan disayangi
Meditasi adalah suatu teknik latihan dalam meningkatkan kesadaran, dengan membatasi
kesadaran pada satu objek stimulasi yang tidak berubah pada waktu tertentu
untuk mengembangkan dunia internal atau dunia batin seseorang sehingga menambah
kekayaan makna hidup baginya.
Dewasa ini meditasi banyak digunakan dalam banyak hal. Ada yang
melaksanakan meditasi untuk mendapatkan kedamaian dan kekuatan jiwa. ada yang
melakukan pengendalian diri, ada yang untuk mendapatkan kekuasaan atas orang
lain, bahkan ada hanya untuk mendapatkan ketenangan, atau rileksasi setelah
keseharian kerja.
istilah meditasi dikenal luas baik di Indonesia maupun di manca negara,
baik orang awam maupun ilmiah. Bahkan praktek meditasi telah banyak
menyebar luas keseluruh lapisan masyarakat, akan tetapi banyak orang yang
belum memahami tentang meditasi itu sendiri. Banyak diantara mereka yang
mempersepsikan meditasi dengan ritual agama tertentu saja, bahkan ada pula yang
mengkaitkan meditasi dengan praktek-pratek perdukunan dan klenik. untuk itulah
dalam hal ini akan diperinci mengenai pengertian dan istilah meditasi tanpa
dikaitkan dengan masalah keagamaan atau dunia paranormal.
Relaksasi
Pada waktu relaksasi individu tidak perlu takut kehilangan kontrol karena
ia tetap dalam kontrol dasar. Metode ini merupakan suatu tehnik
latihan yang digunakan untuk meningkatkan kesadaran yang selanjutnya membawa
proses mental lebih terkontrol secara dasar. Selanjutnya tujuan dari latihan
ini ada dua yaitu pertama agar seseorang dapat memiliki insight yang paling
dalam tentang proses mental didalamnya, insight tentang kesadaran identitas dan
realitas dan memperoleh perkembangan kesejahteraan psikologis dan kesadaran
yang optimal.

0 komentar:
Posting Komentar